Jumat, 07 November 2014

CERPEN : untouchable love (2)



Semburat jingga telah menampakkan warna nya di ufuk barat. Membuat siapa saja yang melihat nya merasa memiliki sepotong semangat untuk mengawali hari ini. Tapi tidak dengan Enggar Saraswatika, seorang gadis yang meyakini bahwa cinta itu adalah benda abstrak.yang belum tersentuh oleh nya. Memang Enggar belum pernah merasakan indahnya cinta. Tapi sudah berulang kali ia merasakan sakitnya cinta itu. Selalu saja ia menjadi pihak yang mengalah dan tersakiti.pernah terfikir di benak nya untuk mengganti nama profil nya di media sosial nya dengan nama “enggar yang tersakiti “ namun ia masih memiliki sejngkal fikiran lain yang mengatakan bahwa itu adlah ide bodoh. Dengan malas ia menuju meja rias di kamar kosnya dan mematut dirinya lengkap dengan pasmina hijau pupus melingkar di kepala nya. Dengan gontai ia menuju keluar.karna sudah d tunggu Kia teman satu fakultas,satu kamar,dan satu sekolah pula sewaktu SMA. Ahh seperti nya mereka ditakdirkan untuk bersma.
“ lama bener... !! ngapain sih, “ cerocos Kia
“niihh.ribet “ sambil menunjuk kepala yang terlilt pasmina hijau pupus
“ haha..gak da yang ribet lagi gar..by the way kamu cantik deh pake hijab haha ~” goda nya pada enggar
“ hahah lucu.. cepetan ah udah siang ni “ sambil menaiki scoopy cream coklat yang di tunggangi oleh Kia.
“iya iya.. sabaran bentar napa ? ehh masii ingat gak sama junior kita di sma dulu. Yang mati matian kamu taksir. Tapi di sosor disty duluan. Farii daffa pramana ? kata disty dia, masuk di kampus kita. “ ucap disty semabri melajukan scooter nya
“ oh .. farii waahh enak tuh satu kampus sama disty, bisa sering ketemuan kan ? “ ucap ku berusaha tenang. Mengatur nafas
“ yaellah..gar. cemburu kan ? haha flashback kan ? “
“ norak !! ..” ucap ku sambil memukul helm kia.
Seperti sebuah proyektor yang memutar kan film tua yang telah usang di otak ku. Membuat aku bernostalgia pada masa putih abu abu. Farii..semoga bukan pertanda buruk bagi ku,setidaknya aku telah melupakan 89% dari kisah yang telah lalu.
000
Suara riuh memenuhi jendela dengar enggar.panas yang menyengat membuat wajah nya memerah. Ditambah lagi sesosok tegap,hitam manis dan mata nya meneduhkan tengah berdiri di hadapan nya. Yaaa itu farii. Junior yang mampu membuat nya salah tingkah.
“niih nggar.. tanggungan kamu. Telat noh dia !! sikat aja nggar “ ucap reza teman sekelas enggar
“ harus ya ?? aku gak bisa galak galak za  “ ucap nya lirih
“ beruntung kamu dapat senior kyak kak enggar.baik sabar,cantik lagi “ ucap nya jenaka pada enggar, sembari mengerling nakal pada enggar.dan berlalu pergi.
Kenapa harus farii ? kenapa satu fakultas pula ?? dengan susah payah,aku berusaha masang tampang garang.tapi hanya ekspresi aneh yang aku dapat dari farii. Ah sial.. selang beberapa detik ada pesan singkat di smartphone ku
Sender : disty
jangan galak2 sama my pacar ngaar
J..
 Time : 09:45
Delievered : enggar
Oke sip gak bakal aku apaapain kok J
Time : 09 :47

Di balas senyum manja dari disty di ujung koridior.MENYEBALKAN aku tengah memikirkan hukuman yang cocok untuk nya. Dan terlintas di benak ku untuk menyuruh nya membuat puisi. Dan belum sempat terucap perintah ku dengan manis ia tersenym padaku
“ long time not see kak, apa kabar? Udah hijaban aja ?? “ sambil tersenyum
“ kabar baik,kenapa ? mau hijab an juga ? “ jawabku ketus
“ maaf kak, “ ucap nya lirih
Apa yang aku katakan ?? seperti petasan aku menyambar sapaan nya tadi.. aihh maaf farii
“ hukuman kamu, buat puisi dalam waktu 3 menit ya “ sepitas dan berlalu dari nya
 “ hukuman apaan nggar ?? enteng bener !! “ tegur reza pada ku
“ udah ah kasian!! Cukup menderita dia bawak segambreng atribut itu” sambil menunjuk sederet atribut dari peserta ospek
000
“ sudah selesai puisi nya kak, nih “ ucap nya dengan sopan pada ku.
“ oh,, sini bacain dong “ ujar ku cuek
ketika cinta menyapa menawarkan sejuta cinta mampukah kau mengingkari nya ?. cinta adalah benda abstrak,yang tak bisa di indra,dengan kata lain cinta itu tidak dapat di percaya..seseorang telah berkata demikan pada ku dulu.tapi kini aku telah berhasil meyakinkan nya bahawa cinta itu adalah benda konkret. Mungkin tidk bisa di imdra,tapi akan tetap mengalir di hati.. tetap terasa di hati..”

“ kamu ..kamu.. plagiat “ ucapku bergetar..kata kata itu.adalah tulisan ku di meja 2 tahun yang lalu.
“ maaf,kak, tapi ini ciptaan saya dan seseorang yang spesial di hati saya. “ ucap nya kaget
Dasar plagiator.. itu kalimat ku.. KONYOL akumerasa marah. Ketika itu tidak di akui.padahal. memang benar aku yang tidak ingin di akui. Dan seseorang yangn spesial katanya ? ahhh..sudahlah aku tak ingin farii tau tentang itu
“ ohh yakain ?? kamu ? “ ucapku sembari berusaha tenang
“ iya kak enggar “ ucap nya dengan manis.
” ohh yaudah.. gih gabung dengan teman mu yang lain “ menunjuk ke gerombolan peserta ospek
Entah mengapa, aku merasa tidak nyaman dengan situasi tadi.aku merasakan atmosfer sekitar ku berubah. Entah gejolak apa ini. Tapi aku yakin,ini bukan cemburu..aku jamin itu..! dari kejauhan aku menatap farii..rasa yang kudapat berubah,tidak ada getaran lagi dalam nya. Semoga ini awal yang baik untuk ku.
Sejurus kemudian, aku terkenang akan Raffa edison ahhh dimana ia sekarang.. dia adalah orang yang paling ingin aku jumpai saat ini.
Seseorang yang aku kagumi,sejak jaman baheula. Andai dapat bertemu. Seperti ap dia? Dia tidak jau berbeda dengan postur farii. Mungkin karena itulah aku terpikat dengan farii. Secara tidak langsung aku masih terpuruk di kisah lama. Mm seperti kata raisa terjebak di ruang NOSTALGIA.
000
Senja mulai datang membuat siapa saja, ingin segera pulang dan mengguyur jiwa yang lelah. Tapi tidak untuk ku dan disty. Kami berhenti di sebuah cafe. Dan menyeruput segar nya cappucino ice yang kami pesan. Aku dan kia memang satu universitas tapi kami beda jurusan. Sama hal nya dengan disty. DAMN !! itu disty, tengah berduaan dengan farii. Aiihh kenapa harus gini ?? sakitnya tuh di sini !!.
Secepat nya aku dan kia pergi dari cafe tersebut. Masih ada sedikit rasa yang tersisa untuk nya. Yahh hanya sedikit.
“ nggar...” pamggil kia
“ hmm.. “ jawabku lirih
“ gisa... gisa ada di sini !! “ pekiknya bersemangat.
“ serius ?? gak bohong.. dia dimana ? “ bersemangat 45 seketika masker yang di pankainya pecah berantakan bak seorang hantu tua yang haus darah
“ heheh.. masih di airport,katanya delayed pesawatnya “ mengarahkan kamera smartphone nya pada ku
“ apaan sih ?? norak,PHP !! “ berusaha melindungi muka ku dari kilatan flash kamera kia
“yeee sipa yang PHP noh dia bm-in aku nih gak pecaya baca nih baca kirim ahh gambar enggar ke gisa. Ekspresi enggar sewaktu tau gisa pulang  ! “ menyodorkan hape nya dan tersenyum
“ apaan !! kurang kerjaan !!”
“bodo’ amat “
Gisa pulang ? sudah lama sejak farawell party kita jarang ketemu. Gisa memilih kerja jadi pramugari dulu. Dan sekarang dia pulang seperti apa rupa gadis jenaka itu ??.
“ dia ngjakin kita ngafe nih nggar ? “
“kapan ?”
“besok sore, gimana ? ada yuna dan elka juga nih katanya”
“ waduh, aku ada seminar tapi, telat dikit gak napa2kan ? “
“ok no problem “ tersenyum dan berlalu pergi
000
Pagi datang, membuat seorang berdiri jengah di amabang pintu gedungyang di gunakan untuk seminar. Seakan ragu orang itu masuk atau tidak. Dia lag Enggar yang  menurut nya terlambat 10 menit. Memang tidak dihukum, namun akan sangat aneh jika acara baru dimulai di saat orang sedang fokus memusatkan fikiran keacara. Ia membuka pintu masuk utama. Yang otomatis semua mata tertuju padanya.dan ia sangat tidak menyukai hal itu. Dan ia termasuk orang yang memiliki peranan penting dalam seminar itu. Ia menjadi pembicara ke 3 dalam acara. Selang bebrapa menit. Ada seseorang yang menpuk pundak nya sontak ia terkejut dan terkenjit membuat seseorng itu terkekeh
“ hehe.. santai !! eh.. kamu enggar saraswatika kan ?” ucap seseorang itu menyelidik
“ he’eh, pernah kenal?” aduuh kok ketus gitu siih sambutan nya. Sesal terkuak di hati
“ ketus amat non, yaelaah dia nya lupa !! ya jelas lah pernah ketemu, kita dulu satu kelas, di SD ya ampun kamu cantik ya sekarang,”
“hhhaaaa oya ? jangan bilang kamu, andre mahardika yang suka ngupil trus di tenpelin ke meja itu kan ? “ histeris seperti di drama realitty show Terbengek bengek eh
“ yeee yang di ingat yang jelek2 siih “
“ haha sorry2 mm ikutan seminar juga ndre, jadi pembicara atau tamu “?
“ haha nggak nggar, mau beli paku. Ya iyalah. Emang gak baca tu baleho segede buto ijo di depan ,iye ye tamu.”
“ haha kamu masih sekonyol dulu ndre.”
“ tak ada yang bisa merubah andre. Haha nyok masuk “
“ nggg kita udah telat kali ndre. Sesi kedua aja gimana ?”
“ telat gimana ? noh orang baru nyusun property”
“ehh.. tapi di jam ku .. udah jam 9.35”
“jam mu itu nggar, jam militer sekarang baru jam 07.48, nih gak percaya ?” menyodorkan jam tangan ke enggar
“oalaahhh. Ayok masuk. “ sambil melepaskan jam tangan
“ dasar....eh.. kamu fakultas psikolog ya nggar ? haha.. kamu jodoh tuh sama raffa ecieee CLBK, dia  jadi pembicara juga noh. Yang ke 1 “ tunjuk nya pada seorang lelaki yang tengah sibuk membuka lembaran2 kertas
“ ah.. masih ingat aja ndre. Itu Cuma cinta2an ndre namany anak kecil “ kilah enggar yang saat itu perasaan nya tidak menentu.
Seperti tersentrum listrik 200 volt. Enggar menjadi jadi bergetar. Dan sangat grogi. Sungguh diuar planing ia akan bertemu kembali dengan raffa. Manusia dingin,yang membuat dirinya susah lupa hingga saat ini. Kenapa??? Dengan hati yang tak menentu ia melangkah ke arah raffa karena di panggil seniornya yang kebetulan menjadi pembicara ke dua. Mau tak mau ia menyeret long skirt berbahan denim nya menuju senior itu dan seseorang yang sebenarnya tidak ingin ia temui dalam SITUASI INI. Sebuah flashback melayang di ingatan enggar saat ia menarik paksa lengan raffa ,yang saat itu ia kira adalah teman nya. Dan  keluar dari gerombolan anak SD yang tengan memilih kura2.
“ Nggar, ini Raffa, dan Raffa ini Enggar “ perkenalan yang biasa terjadi OH NO ia menatap ku. Dengan cukup lama,aku fikir ia tengah mengingat ingat wajah ku. Dan ternyata. Ia memerhatikan wajahku. Yang ternyata ada tempelan bekas cat yang mengelupas. Yang akua dapat di luarsaat tengah bersender pada tiang yang cat nya mulai terkelupas
“ maaf itu, “ menunjuk pipi kanan ku yang separuh tertutup pasmina
“ ahh.. ternyata ada ini.aiihh konyol nya  ~!!” seandainya aku bisa! Aku akan pingsan untuk waktu yang lama.MALU bersarang di relung jiwa ini.dengan cepat ku bersihkan pipiku dengan tisu.malumalumalumalumalu
“ masih seperti dulu,, ckckc “ bergumam lirih “
MATI KUTU kata yang sangat tepat untukku.sebagai orang yang telah lama tidak saling bertatap muka. Itu adalah sapaan yang sangat tidak wajar. Dan sangat aneh. KONYOL. Secepatnya aku ingin pergi dari tempat ini.ditambah melihat nya menjadi pembacara ke 1. Berdiri  dengan gagah menjadi panutan. Tak di sangka ia mengambil jurusan yang sama dengan dan berbeda fakultas. Masih seperti yang dulu...tetap dingin dan sadis, mata nya sendu,tampak membius,ketika tengah seris,dan ranbut nya yang rapi dan cocok dengan bentuk wajah sendu nya yang di pertegas oleh bentuk rahang yang kokoh.
000
Jalanan yang macet membuat sesosok enggar kepayahan untuk memacu scoopy cream coklat menuju cafe, sebagai tempat janjian. Waktu nya sangat melenceng dari yang di janjika sebelum nya. waktu sudah mendekati maghrib. Dan enggar memutuskan untuk berhenti sebentar di sebuah surau kecil nan asri, untuk menunaikan ibadah solat maghrib nya. dan ia telah mengirimkan pesan singkat nya ke teman teman yang sudah menunggu di cafe. Dan untung nya, tidak hanya ia yang terlambat Elka punterlambat,dan belum sampai juga di tempat janjian. Ia memsuki smartphone nya ke dalam tas jinjing nya dan ia memasuki surau tersebut.namun ia terhenti di depan pintu surau tersebut karena handphone nya menjerit tanda ada 1 pesan masuk.
“ maaf mabk, bisa kepinggir sedikit saya mau lewat “ suara yang tidak asing bagi enggar
“ngapain disini ??za,eh,dra,eh,raff “ grogi memuncak ketika ia tau yang tengah berdiri di depan nya adalah raffa
“ beli makan ikan “ jawabnya ketus
“ haha lucu, !! ” Tak di sangka farii menjawab begitu .
000
“ enggggaaar siniiii !! “ lambaian tangan gisa membuat nya senang secepat kilat enggar menuju ke meja mereka dan seketika menghambur ke pelukan gisa, yang membuka tangan nya lebar2
“ mulai deh drama !! opera sabun ! “ gerutu yunah
“ ho’oh kita nya di anggurin lagi kan ! “ kaliini elka bersungut sambil menyeruput americano nya
“ hahaha gak kok. I miss uu so much “ memeluk mereka satu persatu
Saat saat dulu terulang kembali. Sungguh indah rasa nya setelah sekian lama tidak saling memnatap. Suasana yang mengalir begitu indah.
“ mmm heeii aku ada berita penting nih. Minggu depan aku mau tunangan lohh !! “ gisa angkat bicara
“ wiiiwww.. cepeet bener giss.. udah yakin emang ? “ jawab enggar
“ iyaa gak kecepatan tuhh . ehh emang sama siapa gis ? “ kali ini kia menimpali. Di ikuti anggukan yang lain. Seolah mewakili keingintahuan yang lain.
“ yaaahhh emng siih.. tapi aku rasa udah jadi jalan NYA soal siapa.. kyak nya kalian gak ada yng kenal deh soal nya dia orang nya gak suka bergaul “
“widiiiihh berbanding terbalik sama kamu giis masih kuliah ? kerja atau ?”
“ lusa  wisuda,, dia jenuis banget.. aksel fakultas psikologi sama kayak kamu nggar “ ujar nya pada enggar dengan mata berbinar.
“ waaawww awsome.. nama nya ?? bisa dong bantu aku buat skripsi hahah “
“ hee mau nya nggar...nggar.. “ sorak yuna pada enggar
“ ahahahaa nama nya raffa . “ sejenak aku menggantungkan isapan ku pada pipet yang berisi ice coffe latte. Jangan jangan ituu raffa ....
Ah gak mungkin.
“ eh nggar,, bisa minta tolong ? kan kamu punya bakat di fotograpi. Kamu mau kan motret aku untuk prewed. Aku gak biasa di foto orang lain mau yahh yahhpliiis “ ujanr gisa pada enggar
“ ohh boleh2 kapan nih gis ?? “ tangkap enggar antusias
“ hari minggu aja gimana ? bisa kan ? “
“ oh bisa kok..”
“ oke sip.. minggu yah. Oh ya kalian juga datang ya, sekalian hunting bareng.. kan masih libur UTS “
“ okkaaay “ jawab mereka serentak

Minggu,2014-10-26
15:45
“ eciiie yang baru tunangan... congrats yaa” ucap kia yang terlebih dahulu menghampiri mereka. Enggar masih sibuk mengatur kamera  nyayang telah lama di tinggalkan nya. dari belakang enggar menatap punggung yang tengah mengikat tali sepatu cassual nya. ahhh jadi ini calon nya gisa.. gumam nya dalam hati..
“ nggarr.. kamu jangan, kaget ya ngeliat calon nya gisa “ yunah memcah keheningan yang membungkus enggar, dan menyentuh serta mengusap lembut punggung ku seakan berkata kamu yang sabar yaa dan ia pun berlalu bergabung dengan gisa dan yang lain. Emang kenapa ?? hati ku tertanya. Dan menghampiri mereka
“ nggarr sini..aku kenalian sama raffa. “ lambai gisa pada enggar dan enggar membalas nya
“ okke ..  “ berjalan menuju gisa yang berhadapan langsung dengan raffa. Dan enggar masih ter fokus dengan kamera nya. sehingga ia tertunduk
“ raffa, Raffa Edison “ ujar nya. Enggar mengangkat wajah nya ke arah sumber bunyi. Dan benar saja. Itu.. Raffa..yang selama ini enggar \kagumi selama belasan tahun.yang tengah menatap nya datar. Di balas enggar dengan tatapan nanar.. dan senggolan tangan oleh yuna membawa enggar ke alam nyata. Yang harus ia hadapi..
“ ahh aku eng enggar” enggar tak tau harus bagaimana.
“ yaudahh deeh yok mari kita start to prewed.” Kejut gisa pada enggar dan raffa yang tengah berkecamuk dengan fikiran masing2
“ mmm yunn.. kamu yang pegang flash nya ya “
“ okaayy nggar.. “ anggukan yuyun .
Ahhh.. ternyata yang dimaksud yuna.. hanya aku, raffa,dan yuna yang tau perasaan ku pada raffa. Sementara gisa,elke,dan kia tidak mengetahui nya. dan aku mulai mengarahkan kamera DSLR pada mereka yang sangat serasi. Gisa yang memakai dres peach lembut dengan tatan rambut yang di gelar ke belakang aksen gelombang membuat ia tambah manis. Serta topi lebar yang melingkari kepala nya senada dengan setelan raffa warna nude. Perasaan ku tak menentu saat mengarahkan gaya buat mereka.dan tanpa terkontrol dibalik kamera DSLR ku. Air mata meleleh. Dan kejadian itu hanya yuna, dan aku yang tau. Dari jauh ia menguatkan ku.
Dan ternyata ini masih cerita yang tak tersentuh,terjamah, dan terlihat oleh nya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar